Wednesday, 14 October 2015

regresi

Umurku sudah 25
Jiwaku smp
Nafsuku masih pada mei
Parasnya menghantuiku
Aku lelah mengerjakan rumah
Dia kerja dan jodohnya kaya
Ibu kota indonesia yg ku benci
Takut sebelum berperang
Hilang cinta dari anak tetanggaku
Yg selalu se mesjid denganku
Ku menghindar
Karena penarikan sosial

Monday, 16 September 2013

cinta bagai pedang bermata dua

cinta bukanlah permainan
cinta bukanlah tulisan
cinta bukanlah lisan
cinta itu tindakan dan keyakinan


cinta itu tidak jatuh
cinta itu patuh
cinta itu bangkit
cinta itu bila kamu kuat dan menguasai sabar tidaklah sakit

cinta itu putih, lugu, polos dan suci
cinta bisa berubah jadi birahi
cinta bisa berubah jadi benci
cinta bisa berubah jadi sayang yang abadi

cinta bisa berubah jadi dendam
cinta bisa berubah jadi balas budi
cinta itu terpendam
cinta itu ibarat bayi yang lahir suci

cinta itu keramat
barang siapa yang mempermainkan cinta
pasti dia dibalas saat hari kiamat
cinta tidaklah buta

dia mirip nenekku tetapi

dia selalu bergermbira ria
masa mudanya diperebutkan banyak pria
dia memakai kimono pada jaman jepang
dimana dunia masih ada perang

sayangnya dia milik orang lain
sayang dia menganggap cinta itu hanya main main
sayang dia suka dengan kemewahan
sayang dia suka cowok yang terkenal dan mapan


puisimu itu palsu
keluguanmu itu palsu
kamu selalu menebar ragu ragu
dalam mimpiku kamu mengganggu

pergi kau jadi TKW sang pahlawan devisa
kelak kau akan dapat siksa
kau tak sadar menipu itu dosa
kau buat banyak lelaki putus asa

misterinya jodoh

kalian lihat bumi kita ini
masa lalu kini menjadi masa kini
bumi dan angkasa raya
kegelapan malam dan bintang cahayanya terang pada jagad raya

ada cahaya dan ada bayangan
ada daratan dan ada perairan
api yang menyala dan asap yang berterbangan
ada abu dan arang berserakan


ada laki laki dan ada perempuan
ada perjaka dan ada perawan
ada duda dan ada janda
ada yang tidak ada dan ada yang ada

ada bidadari dan ada bidadara
ada setan dan ada siluman
ada asap dan juga ada api terbakar membara
ada pantai dan juga ada lautan

mungkin ada rahasia
rahasia di balik nama
nama yang diberikan orang tua
karena nama terkandung doa

untukmu bidadari dunia

janganlah kamu tertipu mulut manis para bajingan
dan kamu larut dalam angan angan
mereka memakai busana yang alim
padahal berpura pura alim

kamu tak tahu isi hati mereka
kamu juga tak bisa mereka reka
jangan pernah lepas hijabmu
janganlah sekali kali pernah kau korbankan hatimu dan keperawanan mu


janganlah kau tampakkan kecantikanmu
tetaplah setia pada dirimu sendiri
sebelum kamu setia dengan orang yang menemukanmu
sebelum kau dan bersamanya hidup mandiri

tutupilah bibir manismu dengan hijab
tutupilah perhiasan duniawi dadamu dan pantatmu dengan hijab
tutupilah keanggunan rambutmu dengan hijab
percantiklah akhlakmu dengan hijab

janganlah kamu makan fitnah dan gibah
janganlah kamu bermain musik yang risau
bersabarlah kamu dalam menghadapi musibah
janganlah kamu sombong, gengsi dan sok tau

mengalahlah pada suamimu
pemimpin keluargamu
untuk anak anakmu
yang menghormatimu sebagai ibu

ibu adalah bidadari dunia
menjaga, mendidik, dan merawat anak anak kita
dari sekarang hingga dewasa
maka kamu janganlah putus asa

semoga pernikahanmu sakinah mawaddah dan warrahmah
dan kita ketemu lagi dalam jannah.

kemewahan akan menghancurmu

hey sang bintang ibu kota ,mobil lancermu menabrak jalan tol.
mengapa anakmu kau biarkan, TOLOL !!!
yang kau beri hanyalah uang
bukanlah ilmu pengetahuan dan kasing sayang


kelak keturunanmu akan berebut harta warisan
disebabkan kamu tidak menanamkan jiwa belas kasihan
disebabkan kamu terbiasa bermewahan mewahan
dan kamu lalai mengamalkan agamamu padahal itu kewajiban

kamu liat bangunan pencakar langit
itu lambanglah kesombongan masa kini
kamu liat berhala pahlawan yang kamu banggakan selangit
itulah bentuk kebodohan masa kini

kamu liat betapa ramainya pasar pasar
sampai anak kecilpun nyasar
di tinggal ibunya yang boros
mentang mentang banyak uang dan ongkos

kamu liat surau pada waktu ashar
sepi dari jamaah malah kalah dengan pasar
rugi kamu rugi
hartamu tidak akan kamu bawa mati

kelak kamu akan menyaksikan sendiri
negeri Akhirat setelah kau mati
air mata sudah tak berarti lagi
masa lalu tidak berguna lagi

sihir sihir muthakir

apakah kamu pernah bergoyang
mendengarkan biduan yang berdendang
alunan musik diputar
semua badan bergetar getar

biduan bergoyang goyang
membuat kami merangsang
menghembuskan mantra mantra cinta
hingga hati kami buta


kami bagaikan ular yang di tiup seruling
patuh pada orang yang bermain seruling
gara gara saling sentuh
nyawa jadi hilang setelah jatuh

dia pamer pantat kami jadi tak berkutat
dia pamer dada kami jadi tergoda
bila malam tiba rayuan para wanita
dengan suaranya mengeluh manja membuat kami buta

sihir sihir oleh bintang ibu kota
gerombolan pemain musik ibu kota
lagunya mengalahkan suara adzan berkumandang
hingga kamu hilang ingatan hingga bernasib malang

jatuh dalam dosa besar
bayi bayi tak berdosa lahir tetapi kesasar
orang tuanya membuangnya
disebabkan mereka telah berzina dan tidak menanggung malunya.